Minggu, 10 Juli 2011
Selamat Jalan Kyai Zainudin MZ...
Inalillahi wa ina ilaihi raji'un. Pada tanggal 5 Juli 2011 kemarin, kyai kondang KH Zainudin MZ pulang ke rahmatullah. Kyai yang dikenal sebagai Dai Sejuta Umat ini meninggal karena sakit jantung, di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).
Sekilas tentang Zainudin MZ yamg saya kutip dari media massa.
Zainuddin lahir di Jakarta 2 Maret 1951. Selain aktif di bidang keagamaan, dia juga terjun ke dunia politik. Alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini pernah aktif di Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Merasa tidak cocok dengan PPP, Zainuddin MZ pun mendirikan PPP Reformasi bersama Zainal Maarif. Zainuddin pun menjadi ketua umumnya. Setelah itu, PPP Reformasi berubah menjadi PBR dan Zainuddin pun menjadi ketua umumnya untuk pertama kali.
Ketika friksi terjadi di PBR, Zainuddin kembali ke PPP atas tawaran Ketum PPP Suryadharma Ali. Dalam wawancara dengan Jawa Pos, Zainuddin pernah berucap dirinya masuk ke PPP karena penasaran. "Karena saya penasaran mengapa partai berbasis Islam tidak memenangkan pemilu," ucap dia.
Bersama dengan Rhoma Irama, Zainuddin keliling daerah untuk mengakampanyekan PPP. Karena kerja keras Zainuddin juga, PPP meraih banyak dukungan masyarakat.
Udin, begitu dia disapa keluarganya, kala kecil suka naik ke atas meja untuk berpidato di depan tamu yang berkunjung ke rumah kakeknya. Tak heran ketika belajar di Madrasah Tsanawiyah hingga tamat Aliyah di Darul Ma'arif, Jakarta, ia belajar pidato dalam forum Ta'limul Muhadharah (belajar berpidato).
Udin yang beranjak dewasa pun akhirnya kerap mendapat permintaan ceramah. Namanya pun kian dikenal sebagai dai karena ceramah agamanya kerap diselipi banyolan. Apalagi tutur bahasanya begitu mudah dicerna.
Sebutan Dai Sejuta Umat disandang dia lantaran puluhan ribu umat kerap datang dan menyimak ceramahnya. Saking banyaknya penggemar, kaset rekaman dakwahnya pun diproduksi dan mendapat respons positif dari publik. Tak hanya di kawasan Nusantara, kaset rekaman Zainuddin juga beredar di beberapa negara Asia. Tak hanya lewat kaset dan radio, Zainuddin pun kerap menyampaikan dakwah melalui televisi.
Sebagai dai, penggemar musik dangdut ini juga terkenal dengan kekhasan gaya ceramahnya yang sering menyebut kata 'betul'. "Betul apa betul," begitu biasanya Zainuddin berkomunikasi dengan jamaah kala berdakwah.
Selain sebagai dai dan politisi, Zainuddin juga dekat dengan kalangan selebriti. Bahkan, Zainuddin juga sering diterpa gosip miring terkait hubungannya dengan selebriti.
Terakhir, Zainuddin digugat oleh penyanyi dangdut, Aida Saskia. Aida mengklaim sempat menjalin hubungan asmara dengan Zainuddin. Aida bahkan menyebut telah diperkosa Zainuddin pada sembilan tahun silam. Kasus ini masih belum berakhir, meski sempat direncanakan untuk damai. Islah pernah dijadwalkan digelar di sebuah hotel, namun Zainuddin batal muncul.
Zainuddin meninggalkan 4 anak yakni Fikri Haikal MZ, Lutfi MZ, Kiki MZ, dan Zaki MZ. Dia juga meninggalkan istri bernama Kholilah.(sumber : detik.com)
Banyak kesan dan pesan yang saya tangkap dari kehidupan beliau. Nah, ketika masih hidup, beliau rajin berdakwah. Pengajian yang diisi oleh Kyai Zainuddin MZ juga diabadikan dalam rekaman. Bahkan, suara Kyai Zainuddin MZ saat mengisi pengajian selalu diperdengarkan di Radio Merapi Indah FM di gelombang 104,9 FM setiap menjelang Maghrib. Saya biasa menyimak setiap isi pengajiannya yang sangat menginspirasi saya.
Sebagai orang Islam, saya merasa sangat kehilangan atas kepergian KH Zainuddin MZ. Bagaimana tidak. Setiap saat dia mampu berdakwah secara profesional sehingga dijuluki Dai Sejuta Umat.
Selamat Jalan Pak Kyai.. semoga arwah Pak Kyai diterima si sisi Allah...
.
Langganan:
Postingan (Atom)
